GAME ONLINE DAN UMPATAN, HARUSKAH?

Forum Group Discussion (FGD) yang dilaksanakan oleh divisi Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Himakom 2019 dihadiri oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi UNY dan Gilamg Jiwana (dosen Ilmu Komunikasi) sebagai pemantik. FGD dilaksanakan pada hari Kamis, 11 April 2019 di parkiran PKM FIS UNY.

Yogyakarta, 16 April 2019 – Menanggapi ungkapan-ungkapan yang muncul saat bermain game online, Divisi Penelitian dan Pengambangan (Litbang) Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (Himakom) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menggelar diskusi atau Focus Group Discussion (FGD) yang pertama pada Kamis, 11 April 2019. FGD dengan tema, “Game online dan Umpatan, Haruskah?” tersebut membahas mengenai umpatan yang kerap hadir saat bermain game online.
FGD dengan Gilang Jiwana sebagai pemantik, memaparkan bahwa, “mengumpat bukanlah sebuah hal yang asing saat bermain game online. Semakin tinggi tingkat kompetisi suatu game online, memungkinkan umpatan akan lebih sering untuk dilontarkan. Umpatan sendiri menjadi tidak wajar apabila berada dalam kelompok sosial memiliki ketidaksamaan nilai dan norma. Sebaliknya, umpatan akan lebih diterima apabila berada dalam kelompok sosial yang cenderung memiliki kesamaan.”


Umpatan memiliki keberagaman tersendiri. Hal ini terjadi karena perbedaan latar belakang sosial budaya. Sehingga umpatan memiliki ciri khasnya di setiap daerah. Umpatan kedaerahan juga digunakan orang-orang untuk mengekspresikan diri saat sedang bermain game online.
FGD yang terselenggara di Parkiran Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial UNY dengan 32 mahasiswa Ilmu Komunikasi UNY menemukan sebuah jawaban atas tema. Jawaban tersebut menyatakan bahwa umpatan saat bermain game online bukanlah sebuah keharusan. Umpatan sendiri merupakan bentuk ungkapan untuk ekspresi diri para pemain game online.

 

Ari Sukmawati
Divisi Penelitian dan Pengembangan Himakom FIS UNY
himakomlitbang@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *