RADIO TAK TERGERUS ZAMAN

Perkembangan teknologi tidak menjadikan radio hilang akan eksistensinya. Radio masih menjadi pilihan masyarakat ditengah pergolakan era digital. “Namun pada kenyataannya, hingga kini keberadaan radio masih tetap eksis. Bahkan di kota-kota besar, bisnis dan eksistensi radio sangat diperhitungkan,” kata Rofiuddin, anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Tengah, saat menjadi pembicara dalam acara “Menikahkan Radio dengan Perkembangan Teknologi dan Informasi” yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Magelang dan Lembaga Penyiaran Publik Lokal Kota Magelang pada tahun 2017(IRA, 2018)

Eksistensi radio dapat dilihat dari meningkatnya rata-rata pendengar radio dari tahun 2016 dan 2017. Pendengar radio pada tahun 2016 rata-rata menghabiskan waktu selama 139 menit per hari (Lubis, 2016). Peningkatan dialami pada tahun 2017 dengan rata-rata menghabiskan waktu selama 150 menit per hari (2,5 jam) (Putera, 2017).

Survei Nielsen pada kuartal III tahun 2017 yang menyatakan bahwa pendengar radio di Indonesia berjumlah sebanyak 62,3 juta orang. Berdasarkan data jumlah pendengarradio tersebut, didapati bahwa anak muda (usia dibawah 35tahun) mendominasi sebesar 56 persen. Sedangkan 44 persen lainnya merupakan orang dewasa. Karakterisktik dari pendengar radio pada survei tersebut, rata-rata memiliki minat pada musik, wisata, kuliner, serta penikmat kopi. Jika dilihat dari persebaran pendengar radio, sebanyak 41,9 juta pendengar berada di Pulau Jawa. Daerah dengan pendengar terbanyak yaitu DKI Jakarta dengan total 9 juta pendengar(Putera, 2017). Berdasarkan survei Mastel tahun 2017, radio menjadi media informasi dengan penyebaran hoax paling sedikit, yaitu 1,20 persen dibandingkan internet yang merupakan penyebar hoax terbanyak (92,40 persen).

. Radio selayaknya tetap menjalankan perannya sebagai media literasi meskipun potensi keuangan dan periklanan terbilang besar. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya pendengar radio serta meningkatnya rata-rata pendengar perharinya. Usaha merealisasikan peran tersebut dapat dilihat dari upaya menjadikan radio sebagai salah satu media literasi masyarakat menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2018. Terbentuknya MoU antara Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Jawa Barat, Jabar Dedeh Fardyah, dengan KPU terkait rambu-rambu atau aturan mengenai sosialisasi Pilkada Serentak 2018. KPU pun meminta data mengenai radio yang memiliki izin agar pengawasan bisa dilakukan. Jika terjadi pelanggaran KPU dapat melaporkan pada KPID dan KPID dapat menindak lanjuti pelanggaran tersebut. Selain itu, Ketua Bidang Organisasi Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional (PRSSNI), Basith Patria, menyakini, seluruh anggota PRSSNI tidak akan menyiarkan berita atau informasi hoax. Sebab, seluruh anggota memilki sistem filterisasi yang cukup ketat (Pasha, 2017).

Radio kini beradaptasi dengan majunya dunia digital. Radio streaming hadir sebagai sebuah bentuk lain radio yang dapat diakses melalui internet oleh siapa saja. Rupanya radio streaming dapat menarik perhatian PT Mahaka Radio Integra Tbk (MARI) untuk meluaskan jangkauan. MARI merilis sebuah aplikasi radio streaming bernama NOICE. NOICE mencakup tujuh radio: Jak FM, Gen FM Jakarta, Gen FM Surabaya, Hot FM, Kis FM, Mustang FM, dan Most FM.  Direktur Utama MARI, Adrian Syarkawie, menuturkan bahwa dalam waktu satu bulan sejak diluncurkan pada Mei 2018, NOICE sudah meraih 20 ribu pengunduh (Tempo.co, 2018). Sebuah sambutan hangat dari masyarakat atas peluncuran aplikasi radio streaming oleh perusahaan media tersebut. “Bahkan dalam 24 jam pertama sejak diluncurkan, NOICE diakses oleh 2000 pengunduh dan meraih top 5 trending apps di Google Play” kata Adrian.

Sumber:

IRA. (2018). Radio Tetap Eksis di Era Internet. Semarang: Komisi Penyiaran Indonesia. Retrieved Agustus 11, 2018, from http://www.kpi.go.id/index.php/id/umum/38-dalam-negeri/34249-radio-tetap-eksis-di-era-internet

Lubis, M. (2016). Radio Masih Memiliki Tempat di Hati Pendengarnya. Jakarta: Nielsen. Retrieved Agustus 11, 2018, from http://www.nielsen.com/id/en/press-room/2016/RADIO-MASIH-MEMILIKI-TEMPAT-DI-HATI-PENDENGARNYA.html

Pasha, Y. (2017). Peran Radio Sangat Dibutuhkan Jelang Pilkada. Bandung: SindoNews. Retrieved Agustus 12, 2018, from https://daerah.sindonews.com/read/1239182/21/peran-radio-sangat-dibutuhkan-jelang-pilkada-1505281552

Putera, A. D. (2017). Kesepian, Alasan Terbesar Orang Dengarkan Radio. Jakarta: Kompas. Retrieved Agustus 11, 2018, from https://ekonomi.kompas.com/read/2017/12/11/211500826/kesepian-alasan-terbesar-orang-dengarkan-radio-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *