95% Pengguna Internet Indonesia, Bersosial Media

Setiap hari media sosial menjadi sebuah kebutuhan bagi masyarakat. Segala aspek kehidupan dijalankan dengan komunikasi melalui media yang eksis ini. Media sosial seakan tidak pernah berhenti atas penggunaannya. Berbagai akses yang mudah dan meringankan setiap aktivitas, menjadikannya candu bagi masyarakat. Salah satu lembaga riset yang bergerak di informasi global serta media, Nielsen.com, melakukan riset atas media sosial pada tahun 2017. Hasil riset tersebut juga diulas dalam video Youtube berjudul “Candu Media Sosial” oleh CNN Indonesia pada Januari 2017. Didapati angka presentase seberapa banyak masyarakat menggunakan media sosial. Pada kategori pertama, yaitu orang dewasa (berusia lebih dari 18 tahun), menggunakan media konvensial seperti koran, televisi, Facebook, dan Twitter selama 25 jam 7 menit. Sedangkan untuk penggunaan media sosial seperti Path, Facebook, Twitter, dan Instagram mereka menggunakannya selama 5 jam 30 menit.

Pada kategori pertama tersebut, wanita lah yang memiliki waktu terbanyak dalam penggunaan media konvensial, televisi, Facebook, dan Twitter, yaitu 26 jam 41 menit. Sedangkan penggunaan media sosial path, Facebook, twiiter, dan instagram rata-rata penggunaan selama 6 jam 33 menit. Sedangkan untuk kategori pria cenderung memiliki durasi yang lebih pendek daripada durasi penggunaan wanita. dimana pria dalam penggunaan media konvensional; televisi, Facebook, dan Twitter menghabiskan waktu selama 23 jam 27 menit. Penggunaan media sosial yang dilakukan oleh pria dewasa rata-rata berdurasi 4 jam 23 menit.

Berdasarkan video yang dilansir oleh CNN Indonesia, dari 63 juta orang pengguna internet Indonesia, 95% menggunakannya untuk bermedia sosial. Alhasil, Indonesia menempati peringkat 4 terbesar sebagai pengguna Facebook terbanyak. Sedangkan untuk penggunaan Twitter, Indonesia menempati peringkat 5 terbesar. Hal ini membuktikan bahwa Indonesia mampu menjadi pasar digital terbesar, tidak hanya dalam skala Asia tapi mampu dalam skala dunia. Persebaran informasi media sosial terbanyak di Indonesia, masih dipegang oleh Facebook dengan presentase sebesar 44,86%. Disusul oleh Whatsapp sebesar 28,85%. Kemudian Line dengan presentase sebesar 21,59%. Selanjutnya diduduki oleh Twitter sebesar 11,76%. Bentuk media sosial lainnya menempati angka 13,04%.

Menengok dari besarnya angka media sosial di Indonesia, hal ini berdampak pada sumbangsih hoax. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh mastel.id, sebanyak 92,40% hoax tersebar melalui media sosial (Facebook, Twitter, Path, dan Instagram). Lantas, bagaimana sebaiknya masyarakat Indonesia menggunakan media sosial? Mengingat bahwa besarnya angka pengguna media sosial mampu menjadi sumber dari tersebarnya informasi palsu. Salah sau hal yang sangat penting untuk dilakukan adalah verifikasi sumber. Verifikasi sumber dapat dilakukan dengan cara mengecek kebanaran sumber. Selanjutnya melakukan konfirmasi dan klarifikasi informasi. Pengguna media sosial seharusnya tidak membagikan informasi mengenai ujaran kebencian, fitnah, adu domba, maupun gosip.

Mengantisispasi dampak negatif dari sosial media, MUI mengeluarkan fatwa tentang hukum bermuamalah di sosial media. Melihat dari fatwa tersebut, muamalah adalah proses interaksi antar individu atau kelompok yang terkait dengan hubungan antar sesama manusia (hablun minannas) meliputi pembuatan (produksi), penyebaran (distribusi), akses (komunikasi), dan penggunaan informasi dan komunikasi. Fatwa MUI juga mengharamkan ghibah, fitnah, namimah, dan penyebaran permusuhan. Diharamkan pula melakukan bullying, ujaran kebencian, dan permusuhan atas dasar suku, agama, ras, atau antar golongan. Mengaharamkan pula penyebaran hoax serta informasi bohong meskipun dengan tujuan baik, seperti info tentang kematian orang yang masih hidup. Tim polling CNN Indonesia, melakukan pengambilan pendapat publik utnuk menanggapi fatwa MUI tersebut. 40% responden mengatakan setuju. 16% lainnya mengatakan kurang setuju. 20% menyatakan tidak setuju dan 24% responden mengatakan tidak tahu.

 

 

Sumber:

https://www.youtube.com/watch?v=rtT-BpyXiL8

candu https://www.youtube.com/watch?v=PEZ_SSmotvc

Fatwa MUI nomor 24 tahun 2017

www.nielsen.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *