Focus Group Discussion #1 – Film : Kucumbu Indah Tubuhku

Yogyakarta, 12 Agustus 2020 – Divisi Penelitian dan Pengembangan Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Yogyakarta (Litbang Himakom Kabinet Arung) telah melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) dengan mengangkat tema film yang berjudul “Kucumbu Tubuh Indahku”.

 

Kegiatan FGD ini merupakan kegiatan diskusi eksternal pertama yang dilaksanakan oleh Litbang Himakom Kabinet Arung periode 2020. FGD kali ini dilaksanakan secara online dan terbuka untuk umum dengan antusias peserta cukup banyak yang berasal dari beberapa daerah dan kalangan. Mulai dari siswa hingga mahasiswa dari luar UNY. Terdata bahwa yang hadir dalam kegiatan ini meliputi instansi dari UNY, UNRAM, POLTEKES, UST, UB, UIN Jakarta, UMY, UNIZAR, UNES, UNESA, UNDIP, dan kalangan siswa SMA.

Pelaksanaan FGD kali ini berdurasi 90 menit dari pukul 13.00-14.30 WIB. Isu yang diangkat merupakan usulan dari sebaran angket yang telah disebarkan secara internal oleh Litbang Himakom UNY pada waktu lalu di kalangan mahasiswa Ilkom UNY. Melalui angket tersebutlah Litbang Himakom akhirnya mengangkat tema film yang berjudul “Kucumbu Tubuh Indahku”. Tema yang diangkat kali ini lebih dalam lagi membahas mengenai konsep gender serta kontroversi yang muncul setelah rilisnya film tersebut. Tujuan diselenggarakannya kegiatan FGD ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis kelompok sasaran FGD dengan menuangkannya dalam sebuah forum diskusi.

Awanis Akalili S.I.P., M.A. sebagai pembicara sekaligus dosen muda prodi Ilkom UNY merupakan seseorang yang menggeluti bidang media khususnya di dunia film. Beliau juga memberikan pandangan film Kucumbu Tubuh Indahku menggunakan teori komunikasi dan mengangkat konsep gender serta budaya. Hal ini tentunya menjadi poin penting dan menjadi ketertarikan khalayak dalam mengikuti kegiatan FGD ini. Beliau juga tidak sendiri melainkan ditemani oleh seorang moderator yang tak kalah hebatnya yaitu Tegar Satria Yudha Leksana. Ia merupakan mahasiswa Ilkom UNY yang juga mencintai film-film garapan bangsa.

Awanis Akalili mengatakan bahwa film bisa menjadi salah satu media representasi. Dari hal tersebut, beliau merepresentasikan bahwa film Kucumbu Tubuh Indahku mempunyai arti tentang seseorang penari lengger yang memiliki hak atas tubuhnya sendiri. Selain itu, beliau membahas tentang konstruksi laki-laki yang identik dengan maskulin. Sehingga pada akhirnya, orang-orang yang mengkonstruksikan laki-laki harus maskulin akan melihat lengger sebagai sesuatu yang kurang sesuai.

Dalam diskusi kali ini, satu hal yang dapat diambil sebagai pembelajaran yaitu dalam memandang suatu hal tidak bisa dilihat dari satu sisi saja. Hal ini dikarenakan dalam film Kucumbu Tubuh Indahku memiliki banyak kontroversi dan penghargaan yang menjadi sebuah bias pemaknaan yang berbeda. Banyak pertanyaan tentang mengapa film ini lolos sensor dan bisa tembus dalam penghargaan Oscar. Hal ini tentu saja dikarenakan lembaga sensor memiliki peraturannya sendiri, dan film ini memenuhi syarat peraturan yang telah dibuat. selain itu, film Kucumbu Tubuh Indahku juga merupakan sebuah refleksi diri dari seseorang (dalam tokoh bernama Juno) yang memiliki hobi menari, dan juga sebuah pengangkatan budaya lama di masyarakat oleh sang sutradara dan penulis.

 

Penulis : Fani & Jefri

Editor : Daffa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *