Himakom UNY Gelar Seminar Nasional Bertajuk”Refleksi Yotuber Indonesia: Antara Pujian dan Cacian”

 

 

Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Yogyakarya telah sukses menyelenggarakan Seminar Nasional dengan tema “Refleksi Youtuber Indonesia: Antara Pujian dan Cacian” pada hari Sabtu, 16 November 2019. Acara tersebut diselenggarakan di Ruang Sidang Utama Rektorat UNY dan dihadiri oleh kurang lebih 229 peserta.

Yogyakarta, 16 November 2019- Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta telah sukses menyelemggarakan Seminar Nasional dengan tema “Refleksi Youtuber Indonesia: Antara Pujian dan Cacian” di Ruang Sidang Utama Rektorat Universitas Negeri Yogyakarta. Seminar ini diawali dengan laporan dari Puput Febrianti selaku ketua pelaksana. Seminar dibuka oleh Dr. Suhadi Purwantara, M.Si, selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Yogyakarta.

Seminar Nasional Ilmu Komunikasi 2019 dimeriahkan oleh penampilan Kondang (Komunikasi Berdendang) dan Komen (Komunikasi Menari) yang personilnya merupakan mahasiswa Ilmu Komunikask itu sendiri dan dihadiri oleh 229 peserta seminar, mulai dari mahasiswa Ilmu Komunikasi UNY hingga kalangan umum. Dalam kesempatan ini, panitia menghadirkan tiga pembicara: Rahmat Sutopo, SE selaku Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik, Dinas Komunikasi dan Informatika DIY, Didik Arwinsyah selaku Internet Marketer, serta Arie Je-Froyonion selaku Content Creator.

Rahmat Sutopo, SE mengajak para peserta untuk memperdalam pemahaman akan kehadiran Diskominfo DIY dalam aktivitas mereka di dunia maya. Tidak lupa pula Bapak Rahmat Sutopo, SE memberikan tips agar menjadi warga negara yang #bijakbermediasosial.

“Diskominfo DIY berperan dalam mengedukasi netizen serta youtuber (masyarakat Yogyakarta) untuk memproduksi konten yang positif. Terdapat pula pasukan cyber dari Diskominfo,” ungkap Rahmat Sutopo, SE.

Tetap dalam pembahasan mengenai konten youtube, Didik Arwinsyah menekankan bahwa kita sebagai masyarakat memiliki dua pilihan dalam mengakses youtube.

“Jika tidak menjadi pemeran maka jadilah penonton,” jelas Didik Arwinsyah.

Menilik perkembangan youtube yang sangat pesat, tentunya Didik Arwinsyah selaku internet marketer tidak akan menyia-nyiakan peluang. Tentunya berbisnis di youtube, Didik Arwinsyah memaparkan beberapa tips untuk hal tersebut. Mulai dari tahap produksi hingga pemasarannya.

Tidak afdol rasanya jika kita membicarakan konten, namun tidak tahu-menahu cara membuat konten. Dalam pemaparannya Arie Je-Froyonion memberikan bekal kepada para peserta tentang bagaimana cara memahami medan konten, tujuan pesan, hingga target pasar suatu konten. Akan tetapi jangan lupa untuk tetap bertanggung jawab dalam membuat konten.

“Pencitraan boleh, penipuan jangan,” tekan Arie Je-Froyonion.

Dalam pelaksaan sebuah acara tentunya akan kurang lengkap jika panitia tidak mendapatkan dukungan dari pihak manapun. Ketua pelaksana Seminar Nasional Ilmu Komunikasi menegaskan bahwa Seminar Nasional Ilmu Komunikasi 2019 mendapat cukup banyak dukungan dalam perancangan hingga penyelenggaraannya.

“Seminar Nasional ini mendapat dukungan dari berbagai pihak. Mulai dari fakultas, jurusan, mahasiswa hingga masyarakat,”  ujar Puput Febrianti.

 

Dinda Agita Dewi

Litbang Himakom FIS UNY

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *