[[Resensi Buku]] Novel Promise

Resensi Oleh Muhammad Harry Prayoga

Judul               : Promise
Penulis             : Tisa TS
Penerbit           : Loveable, Jakarta
Cetakan           : 2016
Tebal               : 229 halaman

Seru dan menantang. Dua kata yang layak menggambarkan novel “Promise” ini. Novel  Promise merupakan sebuah novel romantis Indonesia dan ditulis oleh Sukhdev Singh dan Tisa Ts. Alur cerita percintaan disuguhkan dengan begitu manisnya. Permasalahan yang jarang diangkat ini mampu mengundang para penikmat novel untuk membacanya. Konflik budaya pun terjadi hingga harus bertemu dengan sebuah pilihan.

Buku ini ditulis untuk membuka pandangan kita dalam pergaulan. Lingkungan yang beruka akan membuat sikap seorang manusia pasti akan berubah pula. Namun, dalam sebuah persahabatan yang terpenting kita yang mejalani merasa nyaman walau banyak rintangan menghalang. Sudah pasti juga semua manusia mempunyai sifat positif dan negatif. Dan bagaimana kita saling mengingatkan dan mengambil hikmah disetiap tindakan. Begitu pula dengan sebuah hubungan percintaan (halaman 53).

Apa jadinya kalau kita bertemu lagi dengan sahabat kecil dan dia sudah berubah. Sedih pastinya. Semua kenangan tentang sahabat yang dulu kita buat, seolah hilang begitu saja setelah melihat keadaannya yang sekarang. Tak lengkap rasanya jika sebuah cerita tidak dibumbui dengan cerita percintaan. Hal itu terjadi dalam kisah persahabatan dan percintaan Rahman yang tertulis di novel Promise karya Tisa TS.

Rahman sang pemeran utama ditampilkan dengan sifat lugu dan sederhana. Latar tempat Yogyakarta mendukung cerita berjalan dengan manis dan sederhana. Rahman merupakan sosok yang tampan dan menawan yang membuat banyak wanita menyukainya. Dimas Anggara sang pemeran sosok  Rahman memerankannya dengan baik. Apapun judul novel yang diperankan olehnya selalu menciptakan suasana romantis. Tak heran novel ini sangat disukai para remaja.

Aji yang diperankan oleh Boy William merupakan sosok cowok playboy dan suka bergonta-ganti pacar. Aji selalu mempunyai keinginan agar Rahman bisa menjadi seperti dirinya. Aji bisa merasakan cinta dan memiliki wawasan yang luas, namun dengan cara yang salah. Tetapi, cara Aji mengubah hidup Rahman secara drastis.

Pembelajaran pesantren di Yogyakarta sangatlah kuat dalam kehidupan para remaja disana. Akhlak dan iman sangat digembleng disetiap harinya. Tak kaget jika mereka selalu menjaganya diluar. Sahabat yang memberikan pengaruh burukpun tak menjadi penghalang untuk berteman dengan siapapun. Hingga suatu ketika Rahman, sang pemeran utama berpandangan mata dengan Salsabila salah satu santriwati yang diperankan oleh Mawar De Jongh. Orang tua Rahman pun melihatnya yang merupakan pemilik pesantren itu. Melihat itu, Pak Purnomo ayah Rahman tak ingin menanggung malu. Tak pikir panjang, beliau akan menikahkan Rahman dengan Salsabila walau mereka belum lulus SMA (halaman 63-64).

Setelah lulus SMA dan dengan menyandang sebagai suami orang, Rahman nekat untuk meninggalkan Indonesia. Ia meninggalkan istrinya demi cita-citanya membangun pesantren milik Ayahnya yang lebih baik. Milan, Italia adalah tujuannya. Arsitek ia ambil sebagai jurusannya yang memang ia impikan sejak SMA. Waktu berlalu Rahman yang berkuliah di Milan Italy juga berkerja paruh waktu disebuah toko. Rahman di sana bertemu dengan wanita yang  ramah dari Indonesia juga, Moza yang diperankan oleh Mikha Tambayong. Lambat laun ia semakin dekat. Rahman menganggapnya sebagai sahabat yang selalu ada. Lain dengan Moza,ia menaruh hati dengan Rahman. Namun Moza lebih memilih untuk memendamnya, selain itu Moza juga melihat ada sesuatu dihidup Rahman yang sampai saat itu ia tidak tau apakah sesuatu itu.

Delapan belas bulan berlalu dan perjalanan persahabatan Rahman dan Moza pun mulai retak. Namun suatu rasa cinta bukanlah cinta apabila tak melewati suatu ujian. Begitu juga rasa cinta Moza kepada Rahman. Semakin mereka berjuang menyatukan cinta, semakin banyak tragedi yang akan memisahkannya. Hingga suatu ketika, Rahman berkata jujur bila ia adalah suami orang. Hal ini sengaja lakukan agar Moza tidak sakit hati. Moza sangat marah dengannya.

Suatu hari Rahman ditelfon sang ibu untuk membicarakan kelanjutan hubungannya dengan Salsabila. Rahman pun meng-iya-kannya dan akan segera pulang. Sesampainya di Jogja, Rahman dan Salsabila melakukan pernikahan kembali untuk meng-sah-kan pernikannya. Ratusan pasang mata menyaksikannya dan salah satunya adalah Moza. Moza menangis. Kebahagiaan sesungguhnya dari cinta Moza adalah ketika ia berhasil melepaskan Rahman (Halaman 199).

Novel promise ini ditulis dengan bahasa yang indah dan sederhana. Alur ceritanya tesusun rapi dan membuta penasaran. Novel ini sangat cocok untuk kaula muda yang sedanng dirundung asmara. Romantisme cerita diangkat disetiap bagian cerita juga deskripsi tokoh dan gerak-geriknya yang menarik. Sayang, penekanan perasaan tokoh membuat pembaca membuat pembaca merasa ada  pengulangan. Dan pengulangan itu terjadi beberapa kali. Hingga alur cerita dapat ditebak akhirnya.

Sebagai novel young adult, Promise menawarkan tema persahabatan yang harus dipertahankan dalam terjangan konflik yang beragam. Bukan hanya masalah cinta terselubung tapi juga masalah dari luar yang sangat kompleks. Novel ini menggunakan Pov orang ketiga secara bergantian antara Rahman, Moza dan Aji. Plot yang rapi yang menyelubungi tiap tokoh membuat saya terbawa dalam suasana yang diceritakan.

Buku karya Tisa TS ini juga mengajarkan bahwa hidup adalah pilihan. Memilih untuk ke arah yang baik atau buruk. Berteman dengan siapapun sangat dianjurkan. Baik buruk manusia pasti ada. Bagaimana kita memilih mana yang baik dan buruk sangat dianjurkan. Terlebih sebagai makhluk sosial sangat diperlukan dalam kehidupan. Begitupun dengan masa depan. Meninggalkan tanggung jawab dan orang tersayang akan dilakukan demi cita cita walau itu berat. Sungguh buku ini mengajarkan kita untuk berpikir dewasa dalam kehidupan, percintaan dan perilaku. Semua termuat dalam Promise.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *