[[Review Film]] The 33

“The 33” berkisah tentang terjebaknya para pekerja tambang emas San José di Copiapó, Chili pada tahun 2010. Sebanyak 33 orang pekerja tambang terkubur hidup-hidup sedalam lebih dari 700 meter dari permukaan tanah. Ke-33 orang tersebut harus bertahan sampai upaya penyelamatan dapat dijalankan, hingga akhirnya 69 hari kemudian, mereka semua selamat dan menjadi inspirasi bagi banyak orang.

The 33, film dengan kisah penyelamatan para penambang yang terperangkap jauh di dalam perut bumi dan perjuangan para penambang untuk tetap bertahan hidup berdasarkan kisah nyata ini dibawahi arahahan sutradara kelahiran Meksiko, Patricia Riggen.

Emosi menyentuh begitu terasa dibuat dalam setiap adegan. Setiap problematika tokoh dalam film ini dielaborasi dengan apik. Sisi kemanusiaan coba diberikan kepada penonton agar ikut larut merasakan apa yang terjadi.  Film ini tidak bertumpu pada ketegangan dalam upaya penyelamatan. Namun menekankan kepedulian sesama manusia.

Batuan raksasa yang disebut berukuran sama dengan dua Empire State Building longsor ke dalam. Akibatnya, satu-satunya jalan menuju keluar tertutup oleh batuan raksasa itu. Panik, takut, dan semua rasa bercampur menjadi satu. Awalnya mereka semua percaya jika sebentar lagi akan diselamatkan. Tidak lama berselang, rasa percaya diri mereka langsung luntur seketika.

“The 33” berfokus pada area dalam tanah dan di permukaan. Di bagian dalam, kita akan bertemu dengan Mario (Antonio Banderas). Boleh dikatakan jika Mario adalah pemimpin para penambang terjebak itu. Di bagian permukaan, ada María (Juliette Binoche), seorang pedagang sandwich yang adiknya menjadi salah satu korban dalam tambang. Maria dan para keluarga yang tak putus harapan menanti keajaiban, Selain itu, ada pula Menteri Pertambangan Laurence Golborne (Rodrigo Santoro) yang berpikiran tenang dan berjiwa pahlawan.

Sang Menteri bukanlah sedang melakukan pencitraan. Namun, berbicara tanggung jawab sebagai pemerintah.Para penambang diwakili Mario, Dario, Don Luche, serta Alex yang menjadi tokoh utama. Mereka memang orang-orang pekerja keras yang bekerja lama sebagai penambang. Namun, dalam situasi tersebut, mereka juga manusia yang punya rasa takut tapi juga tak putus harapan untuk bisa bertemu keluarga mereka lagi.

Konflik dimulai ketika tim penyelamat merasa tidak mampu menyelamatkan para korban. Bisa saja tim penyelamat justru menjadi korban berikutnya. Pasalnya, semua korban terjebak dalam tanah sedalam 700 meter dan tidak memungkinkan mesin bor menghancurkan batu raksasa tersebut. Perlu diingat lagi, batunya sebesar dua Empire State Building.

Hingga dari hari berhari para penyelamat terus berjuang untuk mengeluarkan para penambang yang terjebak. Para penambang pun tetap berjuang, walaupun terkadang dari mereka ada yang merasa putus asa tetapi itu tidak membuat mereka untuk menyerah begitu saja. Hingga akhirnya mereka pun bisa keluar dan ke 33 penambang tersebut selamat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *