Perubahan Karakteristik Khalayak Era Media Massa Konvensional Hingga Media Massa Digital

          Di era saat ini yakni dengan begitu pesatnya kemajuan teknologi komunikasi dan informasi, membuat media konvensional mulai tertinggal dengan hadirnya media baru atau media massa digital. Adanya pergeseran media konvensional ke media baru membawa perubahan pada karakteristik dan pola komunikasi khalayak sekarang ini. Dahulu ketika teknologi belum begitu berkembang dengan pesat, khalayak masih mengandalkan media massa cetak seperti majalah, koran, surat kabar, dan lainnya. Selain itu juga terdapat media massa elektronik seperti televisi dan juga radio yang termasuk media konvensional. Bentuk pesan yang didapatkan oleh khalayak hanya satu arah (one way communication), artinya khalayak tidak dapat memberikan umpan balik dengan segera namun umpan balik tersebut tertunda dahulu dan akan sampai kepada pengirim pesan beberapa hari atau minggu kemudian. Dengan hal tersebut menyebabkan tingkat interaksi antara pengirim pesan atau yang biasa disebut komunikator dengan khalayak atau komunikan terkesan sangat rendah dan kurang efektif. 

          Mendasar kepada Teori Jarum Hipodermik (Hypodermic Needle Theory), menjelaskan bahwa media massa memiliki kelebihan untuk mengontrol pesan yang dilihat dan didengar oleh khalayak. Media massa diibaratkan sebagai peluru yang ditembakkan ke dalam kepala khalayak. Umumnya dahulu khalayak cenderung homogen dan sangat mudah untuk dipengaruhi. Khalayak pun bersifat pasif dan tidak berdaya dalam menerima pesan dari media. Khalayak tidak memiliki kekuatan untuk menolak berbagai macam terpaan media sehingga hal tersebut dapat dengan mudah mengubah pola perilaku khalayak. Khalayak belum bisa memilih produk media berdasarkan keinginannya. Sehingga khalayak seringkali diposisikan sebagai penerima pesan dengan sifat yang pasif. Sebab apapun informasi yang mereka dapatkan dari media massa akan selalu diterima.

          Semakin berkembang pesatnya teknologi dan hadirnya media digital, Teori Jarum Hipodermik mulai menurun dan muncul beberapa teori baru seperti Teori Uses and Gratification. Teori ini mengasumsikan bahwa khalayak sudah beralih dari yang bersifat pasif dan tidak berdaya menjadi aktif dan berdaya dalam menggunakan media. Khalayak dengan bebas memilah dan memilih informasi dan konten seperti apa yang dapat memenuhi kebutuhan mereka. Dalam teori ini pun khalayak cenderung mencari tahu terlebih dahulu dan mengulik lebih dalam apakah informasi yang mereka dapatkan sudah valid atau malah tidak valid. Sehingga mereka mulai tidak rentan untuk terpapar oleh berita hoax atau berita palsu yang tersebar di media. Khalayak memiliki kuasa untuk melakukan interaksi dua arah (two way communication) dan mereka juga berkuasa untuk memproduksi berita sendiri.

          Dewasa ini, banyak khalayak yang menggunakan media massa digital daripada media massa konvensional seperti media cetak. Media digital memberikan banyak kemudahan bagi khalayak dalam berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang lain tanpa ada batasan ruang dan waktu. Media digital juga tidak jauh-jauh dari media jejaring sosial yang saat ini sedang banyak digunakan oleh khalayak luas khususnya generasi muda. Dapat kita lihat, banyak khalayak yang memiliki akun media sosial bahkan lebih dari satu akun. Kebanyakan dari mereka lebih memilih mencari informasi melalui jejaring sosial daripada harus menonton media televisi ataupun membaca media cetak. Pada jejaring sosial ini tentunya khalayak cenderung anonym atau dengan kata lain mereka tidak mengenal satu sama lain namun masih dapat berinteraksi walaupun secara fisik terpisah dengan komunikator.

          Berikut sebagai contoh dalam penggunaan media digital. Beberapa waktu lalu berita mengenai pelecehan seksual di KPI sedang trending sekali. Twitter menjadi media sosial pertama yang men-trending-kan berita tersebut ke khalayak luas, di mana terdapat salah satu user membuat sebuah thread mengenai kronologi pelecehan seksual yang berada di KPI. Sejak thread tersebut ramai, beberapa jam dan hari kemudian berita tersebut sudah tersebar kemana-mana salah satunya di media massa konvensional seperti media cetak dan juga media televisi. Dari sini dapat dikatakan bahwa dibandingkan dengan media massa konvensional, media digital ternyata memberikan daya tarik tersendiri untuk penggunanya. Berita yang dimuat selalu up-to-date sehingga informasinya tidak pernah ketinggalan. Oleh karena itu, tidak heran apabila banyak khalayak di era digital ini lebih memilih untuk mengakses informasi dari internet daripada harus menonton televisi atau membaca koran. Dengan kata lain, khalayak dimanjakan oleh hadirnya media digital seperti adanya berbagai macam aplikasi yang menggunakan internet, sebut saja youtube, media sosial, game online, netflix, iflix, dan lain-lain. 

          Dari beberapa penjelasan di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa karakteristik khalayak pada era media massa konvensional seperti media cetak adalah khalayak masih memiliki sifat yang pasif dan tidak berdaya dalam menerima pesan dari media. Mereka belum memiliki kekuatan untuk dapat memilih informasi yang sesuai dengan kebutuhannya. Bentuk pesan yang didapatkan oleh khalayak pun masih satu arah (one way communication) di mana khalayak tidak bisa memberikan umpan balik dengan segera kepada komunikator. Apapun pesan dari media selalu mereka terima sehingga secara umum khalayak sangat mudah untuk dipengaruhi. Berbeda dengan karakteristik khalayak pada era digital yang mana mereka tidak lagi diposisikan sebagai penerima pesan saja, namun mereka juga diberikan ruang yang bebas untuk dapat memilah dan memilih pesan, menyampaikan argumennya, bahkan juga memiliki kuasa untuk memproduksi suatu informasi. Dengan kemunculan media digital, khalayak dapat memberikan umpan balik secara langsung tanpa harus tertunda lebih dahulu. 

 

REFERENSI:

Nasrullah, M. S., & Rulli, D. (2018). Riset khalayak digital: Perspektif khalayak media dan realitas virtual di media sosial. Bandung Institute of Technology.

Nurudin, N. (2007). Pengantar Komunikasi Massa. Raja Grafindo Persada.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *